08/12/2026
08/12/2026
Jika Anda tertarik beralih ke mobil listrik, atau bahkan sudah memiliki, mungkin salah satu pertanyaan yang muncul di benak Anda adalah "Bagaimana cara mengisi daya mobil listrik dengan benar, berapa estimasi biayanya?"
Selain mendapatkan informasi lengkap tentang cara mengisi daya mobil listrik dengan benar, artikel ini juga akan memberikan Anda wawasan seputar:
Best practices dalam mengisi daya mobil listrik
Estimasi biaya charge di rumah & SPKLU
Cara penggunaan mobil listrik agar lebih hemat dan efisien
Langsung saja kita bahas.
Sebagai gambaran lebih detail, berikut langkah demi langkah cara mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau yang lebih familiar disebut dengan SPKLU.
1. Pilih SPKLU yang Sesuai, Bukan Sekadar Terdekat
Berbeda dengan mobil konvensional yang bisa mencari SPBU terdekat untuk segera mengisi bahan bakar. Jika Anda memiliki unit mobil listrik, Anda tidak hanya harus mencari yang terdekat, melainkan juga yang sesuai.
Untuk mendapatkan informasi SPKLU terdekat, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti PLN Mobile, Charge.IN, dan Google Maps.
Selain dapat melihat lokasi SPKLU terdekat, Anda juga dapat melihat jenis charger yang tersedia (CHAdeMO, CCS, Type 2), daya (kW), dan status ketersediaan.
Setiap mobil listrik memiliki charging port berbeda dan batas penerimaan daya yang diatur oleh sistem internal.
2. Pastikan Jenis Connector Sesuai
Umumnya di Indonesia tersedia 2 jenis connector, antara lain: AC → Type 2, dan DC → CCS, CHAdeMO.
Kenapa tidak boleh salah pilih jenis connector? Setiap konektor memiliki standar komunikasi berbeda. Ini adalah sistem proteksi bawaan mobil listrik.
Jika tidak cocok, charging tidak akan dimulai dan sistem otomatis menolak koneksi.
Jadi pastikan Anda benar-benar mengetahui jenis connector yang sesuai dengan mobil listrik dan kebutuhan Anda.
3. Pasang Charger dengan Posisi Stabil
Jika Anda sudah menemukan dan tiba di SPKLU dengan jenis connector yang sesuai, langsung pasang charger ke charging port mobil listrik Anda.
Pastikan charger terpasang rapat, tidak longgar, dan terkunci dan stabil.
Kenapa harus memasang charger dengan benar? Pengisian daya mobil listrik (terutama fast charging) melibatkan arus besar. Jika koneksi tidak sempurna, akan menimbulkan panas berlebih pada bagian konektor (overheat) dan meningkatkan risiko kerusakan charging port.
4. Lakukan Autentikasi & Pembayaran
Ketika Anda sudah memasang charger, listrik tidak otomatis langsung mengalir. Anda perlu autentikasi (identifikasi user) dan sistem cek oleh mesin SPKLU.
Pada tahap autentikasi, Anda perlu scan QR di mesin SPKLU atau tap kartu (RFID/NFC). Tujuan autentikasi ini untuk mengetahui siapa penggunanya dan menghubungkannya ke akun pembayaran.
Pada tahap sistem cek, mesin SPKLU akan melakukan proses pengecekan otomatis dalam beberapa detik. Sistem SPKLU akan memeriksa berapa kapasitas baterai mobil listrik, berapa daya maksimal yang bisa diterima, dan suhu baterai apakah kondisi benar-benar aman untuk charging.
Setelah melewati dua tahap di atas, barulah aliran listrik mengalir dan proses charging dimulai.
Catatan Tambahan: Anda TIDAK selalu diharuskan membayar di awal. Biasanya sistem menghitung konsumsi selama charging dan pembayaran dilakukan setelah selesai atau dipotong otomatis dari saldo Anda.
5. Pantau Proses Charging
Anda bisa memantau proses charging melalui aplikasi, layar SPKLU, atau dashboard mobil.
Informasi yang perlu Anda perhatikan adalah kecepatan charging dan persentase baterai.
Kenapa harus dipantau? Karena sewaktu-waktu sistem bisa menurunkan daya jika suhu meningkat, dan mengatur arus secara dinamis.
Kondisi ini disebut thermal management & charging control. Kondisi ini normal dan penting untuk dipahami pemilik mobil listrik agar tidak salah persepsi.
6. Hentikan Charging dengan Benar
Langkahnya: stop dari aplikasi/mesin, tunggu konfirmasi, baru cabut charger.
Kenapa charger mobil listrik tidak boleh langsung cabut setelah mengisi daya? Karena masih ada arus aktif, bisa menyebabkan percikan listrik, dan berisiko merusak konektor.
7. Lepas dan Kembalikan Charger ke Tempat Semula
Ketika melepas dan mengembalikan charger, usahakan untuk tidak menjatuhkan gun charger dan atau menarik kabel terlalu keras. Kenapa?
Karena kabel fast charging sangat sensitif sehingga jatuh bisa memengaruhi charger.
1. Charge saat baterai 20–30%
Saat daya baterai terlalu sering berada di batas terendah atau bahkan mendekati 0%, dapat mengakibatkan struktur kimia baterai bisa rusak permanen dan kapasitas menurun lebih cepat.
Menurut beberapa jurnal penelitian mengenai baterai electric vehicle, menjaga kondisi baterai di atas 20% dapat membantu stabilitas sel dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Baterai Mobil Listrik: Jenis, Kapasitas dan Tips Perawatannya
2. Hentikan charging di 80–90%
Saat baterai mendekati 100%, tegangan meningkat dan terjadi stress kimia tinggi pada sel.
Jika terlalu sering dalam kondisi 100%, baterai lebih cepat terdegradasi sehingga mempercepat penurunan umur baterai.
Saran kondisi baterai 100% adalah untuk keperluan perjalanan jauh. Tapi jangan jadi kebiasaan harian.
3. Gunakan AC charging untuk harian
Jika Anda menggunakan mobil listrik untuk rutinitas harian, AC charging menjadi pilihan yang tepat karena arus lebih kecil dan stabil, serta menghindari risiko overheat pada baterai.
Penggunaan AC charging untuk harian akan memperpanjang umur baterai.
4. Gunakan DC fast charging hanya saat diperlukan
DC fast charging memiliki arus yang lebih tinggi dibanding AC charging. Penggunaan DC fast charging dapat meningkatkan suhu baterai secara signifikan.
Terlalu sering menggunakan DC fast charging dapat menyebabkan ketidakseimbangan sel (cell imbalance), short circuit atau hubungan arus pendek internal, dan mengurangi kapasitas baterai dalam jangka panjang.
Jadi, pertimbangkan lebih bijak penggunaan DC fast charging untuk mobil listrik Anda.
5. Hindari charging di suhu ekstrem
Suhu ideal baterai agar aman saat charging berkisar di antara 20°C - 30°C.
Jika mengisi daya baterai mobil listrik di suhu terlalu tinggi (>40°C), dapat mempercepat degradasi baterai dan meningkatkan risiko overheat.
Jika mengisi daya baterai mobil listrik di suhu terlalu rendah (<10°C), ion lithium bergerak terlalu lambat dan meningkatkan risiko lithium plating.
Walaupun beberapa mobil listrik sudah dilengkapi dengan sistem BMS (Battery Management System), contohnya LEPAS E4, tetap ada batas optimal performa baterai yang harus dipahami.
Jika Anda menggunakan AC Home Charging, daya listrik yang dibutuhkan minimal 2.200 VA (untuk portable charger).
Harga yang ditetapkan oleh PLN untuk daya listrik rumah 2.200 VA adalah Rp1.444/kWh. PLN sering memberikan promo diskon untuk EV. Diskon sekitar 30% dan berlaku pukul 22.00 - 05.00.
Selain harga per kWh yang terjangkau, menggunakan AC home charging juga bisa memperpanjang umur baterai mobil listrik.
Full Charge: 60 × Rp1.500 = ± Rp90.000
Charge Harian (20–80%): 36,5 kWh → ± Rp55.000
Berdasarkan Kementerian ESDM, tarif batas atas SPKLU PLN adalah sebesar Rp2.466/kWh. Untuk harga SPKLU Swasta berkisar di antara Rp2.200 - Rp3.000 per kWh ditambah biaya layanan / service fee.
Full Charge: 60 × Rp2.500 = ± Rp150.000
Charge Harian (20–80%): 36,5 kWh → ± Rp91.250
Jadi total biaya charge mobil listrik bisa sedikit lebih tinggi dibandingkan AC home charging.
Kita asumsikan konsumsi mobil listrik Anda berada di 6 km/kWh dengan jarak harian 40 km. Sehingga kebutuhan energi hariannya adalah sebesar 6,7 kWh.
Jika estimasi harga per kWh home charging sebesar Rp1.500, maka estimasi biaya harian Anda Rp10.050 dan estimasi biaya charge perbulannya Rp301.500.
Jika menggunakan SPKLU umum dengan estimasi harga per kWh Rp2.500, maka estimasi biaya harian Anda Rp16.750 dan estimasi biaya isi daya perbulannya Rp502.500.
Note: Konsumsi 6 km/kWh adalah angka rata-rata untuk mobil listrik (EV) di perkotaan. Jika sering macet atau menggunakan mode sport, angka ini bisa turun ke 5 km/kWh, yang berarti biaya akan naik sedikit.
Baca Juga:
Kenalan dengan LEPAS: Brand Mobil Baru dari Chery untuk Pasar Global
Apa Itu BEV, PHEV, dan ICE? Ini Perbedaan dan Cara Kerjanya
Teknologi Modern di Mobil LEPAS: Dari PHEV hingga BEV
Mobil listrik bukan hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga jauh lebih hemat dan praktis.
Dengan memahami cara mengisi daya mobil listrik yang benar:
Apakah mobil listrik boleh dicas setiap hari?
Ya, bahkan disarankan selama mengikuti pola 20-80%.
Apakah fast charging merusak baterai?
Tidak langsung, tapi jika terlalu sering bisa mempercepat degradasi.
Lebih hemat charge di rumah atau SPKLU?
Berapa daya listrik minimal di rumah?
Minimal 2.200 VA, idealnya 3.500 VA ke atas.
Previous
Next
