08/12/2026
08/12/2026
BEV, PHEV, dan ICE adalah tiga jenis teknologi kendaraan yang dibedakan berdasarkan sumber energi dan sistem penggeraknya. BEV (Battery Electric Vehicle) merupakan mobil listrik murni tanpa mesin bensin, PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) memadukan mesin bensin dan motor listrik dengan baterai yang bisa diisi ulang, sedangkan ICE (Internal Combustion Engine) adalah mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar bensin atau diesel. Perbedaan utamanya terletak pada sumber tenaga, efisiensi, dan emisi.
Untuk melihat bagaimana ketiga teknologi ini diterapkan pada satu brand, Anda bisa membaca ulasan teknologi modern di mobil LEPAS dari PHEV hingga BEV.
Mobil BEV, atau yang lebih familier disebut mobil listrik / EV, adalah kendaraan yang sepenuhnya beroperasi menggunakan energi listrik dari baterai sebagai sumber tenaganya.
Komponen mobil BEV lebih sederhana dibandingkan mobil PHEV dan ICE. Ada 5 komponen penting yang perlu Anda ketahui:
Karena komponennya tidak sebanyak jenis mobil lain, cara kerja BEV pun lebih sederhana:
Dari sisi kelebihan, BEV menawarkan nol emisi sehingga ramah lingkungan, pengalaman berkendara yang lebih tenang, biaya operasional yang lebih rendah, serta perawatan yang lebih sederhana. Di sisi lain, BEV masih memiliki keterbatasan: penggunaannya bergantung pada ketersediaan charging station, waktu pengisian baterai relatif lama, dan harga awalnya cenderung tinggi.
PHEV adalah kendaraan yang menggabungkan mesin bensin (ICE) dengan motor listrik. PHEV sedikit berbeda dari mobil hybrid biasa (HEV): perbedaannya terletak pada kapasitas baterai yang lebih besar dan dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal.
Karena PHEV merupakan kombinasi antara BEV dan ICE, cara kerjanya dapat diatur oleh pengemudi melalui pemilihan mode berkendara. Umumnya PHEV memiliki tiga mode utama, yaitu mode listrik (EV mode) yang hanya mengandalkan baterai, mode hybrid yang memadukan mesin dan motor listrik, serta mode mesin yang menggunakan bensin saat baterai habis.
PHEV unggul karena lebih hemat bahan bakar, fleksibel (bisa listrik atau bensin), dan tidak bergantung penuh pada charging station. Berkat kombinasi tersebut, PHEV kerap dinilai sebagai salah satu opsi transisi terbaik di dunia otomotif Indonesia. Kekurangannya, sistem PHEV lebih kompleks dan harganya lebih mahal dibandingkan mobil ICE.
Di Indonesia, salah satu brand global yang telah memasarkan produk PHEV-nya adalah LEPAS, lewat model LEPAS L8. LEPAS hadir untuk memenuhi permintaan masyarakat akan mobil hybrid yang tetap relevan dengan kondisi infrastruktur di Indonesia.
ICE memanfaatkan pembakaran internal yang menghasilkan tenaga melalui pembakaran bahan bakar seperti bensin atau diesel di dalam mesin.
Keunggulan ICE terletak pada infrastruktur pendukungnya yang sudah sangat luas (SPBU tersedia di mana-mana), harga kendaraan yang lebih terjangkau, dan ketersediaan bengkel yang mampu menanganinya. Namun, ICE memiliki emisi gas buang yang tinggi, konsumsi bahan bakar yang lebih boros dibandingkan PHEV dan BEV, serta perawatan mesin yang lebih kompleks karena komponennya lebih banyak.
| Aspek | ICE | PHEV | BEV |
|---|---|---|---|
| Sumber energi | Bensin / Diesel | Bensin + Listrik | Listrik |
| Emisi | Tinggi | Rendah | Nol |
| Efisiensi | Rendah-Sedang | Tinggi | Sangat tinggi |
| Pengisian baterai | Tidak perlu | Ya (opsional) | Wajib |
| Jarak tempuh | Jauh | Sangat fleksibel | Tergantung baterai & charging station |
| Biaya operasional | Tinggi | Sedang | Rendah |
Jawabannya tergantung kebutuhan Anda. ICE cocok jika Anda membutuhkan kendaraan yang murah dan praktis serta tidak ingin repot dengan charging. PHEV menjadi pilihan tepat bila Anda ingin lebih hemat bensin tanpa khawatir kehabisan baterai dan sering berkendara jarak jauh. Sementara BEV ideal untuk Anda yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan, memiliki akses ke charging station, dan berfokus pada efisiensi jangka panjang.
BEV menggunakan listrik sepenuhnya, sedangkan PHEV masih memiliki mesin bensin sebagai cadangan.
Tidak wajib, tetapi tanpa charge efisiensinya tidak optimal.
Cocok, terutama di kota besar, tetapi masih tergantung ketersediaan charging station.
BEV paling hemat dalam jangka panjang, diikuti PHEV, lalu ICE.
BEV, PHEV, dan ICE adalah tiga teknologi kendaraan dengan karakteristik yang berbeda. ICE praktis tetapi kurang efisien, PHEV menjadi solusi transisi yang fleksibel, sedangkan BEV mewakili masa depan kendaraan yang ramah lingkungan. Memahami perbedaan ini akan membantu Anda memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.
Previous
Next
