08/14/2026
08/14/2026
Banyak calon pengguna kendaraan elektrifikasi masih menghadapi kebingungan dalam memilih antara mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Keduanya menawarkan teknologi modern, efisiensi energi, dan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dibandingkan kendaraan konvensional, namun memiliki karakteristik penggunaan yang berbeda.
Di Indonesia, LEPAS menawarkan dua pilihan: LEPAS E4 sebagai SUV listrik murni dan LEPAS L8 sebagai SUV PHEV berjangkauan jauh. Kira-kira, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas Anda sehari-hari?
BEV adalah kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik tanpa mesin bensin, dan salah satu contohnya adalah LEPAS E4. Sementara itu, PHEV menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dalam satu unit, seperti pada LEPAS L8. Perbedaan utama keduanya terletak pada sumber tenaga, metode pengisian energi, fleksibilitas penggunaan, dan karakter berkendara. LEPAS E4 cocok bagi pengguna yang menginginkan pengalaman kendaraan listrik sepenuhnya, sedangkan LEPAS L8 sesuai untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas dalam perjalanan jarak jauh.
BEV adalah kendaraan listrik murni yang menggunakan baterai sebagai sumber tenaga utama untuk menggerakkan motor listrik. Kendaraan ini tidak menggunakan mesin bensin sehingga seluruh energinya diperoleh melalui pengisian daya di charging station.
PHEV menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dalam satu kendaraan, sehingga memiliki dua sumber tenaga yang saling melengkapi. Selain dapat diisi ulang melalui charger, kendaraan ini tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan dukungan mesin bensin saat diperlukan.
Meskipun keduanya merupakan kendaraan elektrifikasi, PHEV dan BEV dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Dari sisi sumber tenaga, BEV mengandalkan motor listrik dan baterai sebagai satu-satunya sumber tenaga, sementara PHEV memadukan motor listrik dan mesin bensin untuk fleksibilitas energi yang lebih tinggi. Perbedaan ini juga tampak pada cara pengisian energi: BEV memerlukan pengisian daya melalui charging station, sedangkan PHEV dapat mengisi baterai lewat charger sekaligus mengisi bahan bakar seperti kendaraan konvensional.
Dari sisi pengalaman berkendara, BEV menawarkan karakter sepenuhnya elektrik yang senyap dan responsif, sedangkan PHEV menghadirkan sensasi berkendara listrik dengan dukungan mesin bensin saat dibutuhkan. Karena itu, BEV umumnya cocok untuk mobilitas harian dengan akses pengisian daya yang memadai, sementara PHEV menawarkan fleksibilitas lebih tinggi untuk perjalanan jauh karena tidak sepenuhnya bergantung pada baterai. Perbedaan mendasar ini dibahas lebih lengkap pada ulasan apa itu BEV, PHEV, dan ICE.
LEPAS E4 adalah SUV listrik murni yang dibangun dengan LEX Intelligent New Energy Platform untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang stabil, nyaman, dan efisien. Kendaraan ini dilengkapi motor listrik 160 kW, torsi 275 Nm, akselerasi 0 hingga 100 km/jam dalam 7,2 detik, serta jarak tempuh hingga 600 km (CLTC) untuk mendukung mobilitas modern sehari-hari. Dukungan fast charging juga memungkinkan pengisian daya lebih cepat sehingga kendaraan lebih praktis digunakan untuk aktivitas harian. Ulasan lengkapnya bisa Anda baca di Mengenal LEPAS E4, SUV listrik premium pertama LEPAS di Indonesia.
LEPAS L8 menggabungkan mesin bensin 1.5T, motor listrik 150 kW, dan sistem DHT dalam satu kendaraan untuk memberikan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas. Dengan EV range hingga 100 km, pengguna dapat menjalankan banyak aktivitas harian menggunakan tenaga listrik sebelum beralih ke mesin bensin saat diperlukan. Jangkauan komprehensif lebih dari 1.300 km (WLTC) membuatnya ideal untuk perjalanan jauh.
Kedua model menawarkan pendekatan mobilitas yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Berikut perbandingan singkatnya.
| Aspek | LEPAS E4 | LEPAS L8 |
|---|---|---|
| Tipe Kendaraan | BEV (Battery Electric Vehicle) | PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) |
| Sumber Tenaga | Motor listrik dan baterai | Mesin bensin 1.5T + motor listrik + baterai |
| Jarak Tempuh | Hingga 600 km (CLTC) | Hingga 1300+ km (WLTC) |
| Pengisian Energi | Charging | Charging + pengisian BBM |
| karakter Penggunaan | Mobilitas urban dan EV lifestyle | Mobilitas fleksibel jarak jauh |
| Akselerasi | 0–100 km/jam 7,2–7,4 detik | 0–100 km/jam 8,5 detik |
| EV Range | 600 km (CLTC) | 100 km (WLTC |
Jika Anda mencari pengalaman berkendara listrik murni, LEPAS E4 adalah pilihan yang tepat. Kendaraan ini tidak menggunakan mesin bensin sehingga seluruh pengalaman berkendara berfokus pada tenaga listrik, dengan karakter yang senyap dan halus untuk mobilitas harian yang lebih nyaman. LEPAS E4 juga cocok untuk aktivitas komuter dan perjalanan rutin di area perkotaan, karena dengan pengisian daya berkala kendaraan ini dapat mendukung mobilitas harian secara optimal.
Bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk berbagai kebutuhan perjalanan, LEPAS L8 menawarkan fleksibilitas lebih luas. Jangkauan hingga 1.300 km (WLTC) membuatnya siap digunakan untuk perjalanan antarkota maupun lintas provinsi berkat fleksibilitas sumber daya energinya.
LEPAS L8 juga memiliki bagasi 507 liter yang dapat diperluas hingga 1.314 liter saat kursi belakang dilipat, sehingga lebih fleksibel untuk membawa perlengkapan keluarga maupun barang bawaan. Kombinasi efisiensi listrik dan fleksibilitas hybrid ini membuatnya cocok digunakan dalam berbagai situasi, seperti yang dibahas pada ulasan cara memilih SUV untuk keluarga.
BEV dan PHEV menawarkan keunggulan yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna. LEPAS E4 cocok bagi Anda yang menginginkan pengalaman kendaraan listrik sepenuhnya dengan mobilitas harian yang efisien, sementara LEPAS L8 menawarkan fleksibilitas lebih tinggi melalui kombinasi motor listrik dan mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh. Kunjungi booth LEPAS di GIIAS 2026 untuk melihat langsung desain dan performa kedua model ini.
Previous
Next
